Aku Bukan Angin

Malam yang dingin ditemani oleh bintang-bintang di langit yang begitu indah dan secangkir kopi, membuat beban dikepala ini sedikit berkurang. Begitu banyak dilema yang aku rasakan saat ini, dan pastinya setiap manusia yang hidup di dunia ini, apalagi suda dewasa pasti akan dihampiri oleh masalah-masalah yang begitu kompleks dan tak jarang itu membuat kita stress, tidak percaya diri dan rasanya ingin pergi. 

Semuanya terasa begitu berat dan ingin sekali aku menjadi seperti angin, yang bisa datang dan pergi sesuka hatinya, bebas dan tidak diikat oleh apapun. Tapi sayang nya aku bukanlah angin, aku adalah manusia biasa yang punya masalah, emosi dan kehidupan. Suda sepatutnya aku bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan kehidupan, kadang aku memang suka mengeluh, tapi pantaskah kita mengeluh sedangkan kehidupan adalah anugrah. Jadi aku merasa harus STOP mengeluh dan kamu juga harus begitu.

Tepatnya di bulan juli tahun 2017, aku di tunjuk sebagai ketua di sebuah organisasi. Awalnya aku menolak dan merasa tidak siap untuk menerima amanah dan tanggung jawab yang besar itu. Aku merasa bukan orang yang tepat untuk posisi itu, karena aku adalah orang yang bebas dan masi belum terlalu mumpuni. Aku sungguh tidak tahu apa yang terjadi pada diriku pada waktu itu, aku tahu ini berat dan akan sangat menyita pikiran, waktu dan tenaga, tapi hati ini merasa tergerak untuk menerimanya. Tidak ada keinginan ku sejak dulu untuk mendapat posisi ini, hingga aku tidak mempersiapkan diriku untuk memimpin orang lain. Aku tidak menyesal mengatakan "ya" dan mengambil tanggung jawab itu walaupun sekarang terasa begitu berat.  

Kini aku paham bagaimana rasanya, banyak yang tidak bisa di ungkapkan tapi bisa di rasakan dan biarlah aku merasakannya seperti meneguk secangkir kopi, pahit tetapi nikmat. Kopi menjadi nikmat ketika ia dipadukan dengan manisnya gula yang di takar dengan pas, tidak kurang dan tidak lebih. Jujur aku katakan bahwa sanya aku sendiri tidak sekuat yang terlihat, "now i need someone to talk". Biarlah aku membagi semuanya disini, karena aku tidak punya seseorang yang dapat kubagikan cerita ini. Aku di tuntut untuk kuat meski kadang rampuh, di tuntut tetap bertahan kadang ingin pergi saja, di tuntut menjadi baik walau belum baik. Ku ingin menjadi diri ku sendiri, mencari jalan takdirku. "Tuhan, jangan biarkan aku mengelola diriku sendiri, karena ku benar-benar tak pandai".

Aku harus memilih, dan aku memilih untuk terus bertahan dan berjuang, harus ada yang dikorbankan karena kalau tidak ada pengorbanan bukan perjuangan namanya. Seberat apapun itu, tolong beri hamba kekuatan untuk melalui nya ya Rab, yang maha pengasih lagi maha penyayang. Semoga apa yang aku lakukan dan ku perjuangkan saat ini menjadi penembus dosa-dosa ku. Aamiin 

Latest
Previous
Next Post »